Kisah Nabi Nuh Dalam Al-Qur’an

Banjir Nuh disebutkan dalam banyak ayat di dalam al-Qur’an. Di bawah ini bisa dilihat ayat-ayat yang disusun berdasarkan urut-urutan peristiwa banjir tersebut:

Nabi Nuh Menyeru Kaumnya pada Agama Kebenaran

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnyalalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya”.  Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”. (Al-A’raf: 59)

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. Asy-Syuara’: 107-110)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?”. (QS. Al-Mukminun: 23)

Peringatan Nabi Nuh kepada kaumnya untuk Menghindari Hukuman dari Allah :

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”(QS. Nuh: 1)

Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal. (QS. Hud:39)

Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan  ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. (QS. Hud: 26)

Penolakan kaum Nabi Nuh

Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Al-A’raf: 60)

Mereka berkata: “Hai Nuh sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (QS. Hud: 32)

Dan mulailah Nuh membuat bahtera . Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkata Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). (QS. Hud: 38)

Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu , yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu . Dan kalau Allah menghendaki , tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu. (QS. Al-Mukminun: 24-25)

Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman”.(QS. Al-Qamar: 9)

Penghinaan terhadap para pengikut Nabi Nuh

Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu , melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu , melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”. (QS. Hud: 27)

Mereka berkata: “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” Nuh menjawab: “Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?”. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari .Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan. (QS. Asy-Syuara’: 111-115)

Peringatan Allah agar Nabi Nuh tidak Bersedih

Dan diwahyukan kepada Nuh , bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Hud: 36)

Doa Nabi Nuh

Maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka , dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku. (QS. Asy-Syuara’: 118).

Maka dia mengadu kepada Tuhannya : “bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku). (QS. Al-Qamar: 10)

Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (QS. Nuh: 5-6).

Nuh berdoa : “Ya Tuhanku tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.”(QS. Al-Mukminun: 26)

Sesungguhnya Nuh telah menyeru kami : Maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).(QS.Ash-Shaffat: 75)

Pembuatan Kapal (Bahtera)

Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami , dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Hud: 37)

Penghancuran umat Nabi Nuh dengan cara Ditenggelamkan

Maka mereka mendustakan Nuh , kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). (QS. Al-A’raf: 64).

Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (QS. Asy-Syuara: 120)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun.Maka mereka ditimpa banjir besar , dan mereka adalah orang-orang yang zalim.(QS.Al-Ankabut:14)

Dibinasakannya Putera Nabi Nuh

Al-Qur’an sehubungan dengan dengan dialog yang terjadi antara Nabi Nuh dan puteranya, pada tahap-tahap awal dari terjadinya banjir mengungkapkan:

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”. Nuh berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya ; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS. Hud: 42-43)

Diselamatkannya Orang-Orang yang Beriman dari Banjir

Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. (QS.Asy-Syuara:119).

Maka kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. (QS. Al-Ankabut: 15)

Bentuk Fisik dari Banjir yang Terjadi

Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah .. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku. (QS. Al-Qamar: 11-13)

Hingga apabila perintah Kami datang dan ‘dapur’(permukaan bumi yang memancarkan air hingga meneyebabkan timbulnya taufan) telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” .(QS. Hud: 40-42)

Lalu Kami wahyukan kepadanya : “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan ‘tannur’ telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.(QS. Al-Mukminun: 27)

Terdamparnya Perahu di Tempat yang Tinggi

Dan difirmankan: “Hai bumi tahanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. (QS.Hud: 44)

Pelajaran  yang Diambil dari Peristiwa Banjir

Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (QS.Al-Haqqah: 11-12)

Pujian Allah terhadap Nabi Nuh

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam”. Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Ash-Shaffat: 79-81)

Salam…

Semoga Bermanfaat….

Banjir Nuh disebutkan dalam banyak ayat di dalam al-Qur’an. Di bawah ini bisa
dilihat ayat-ayat yang disusun berdasarkan urut-urutan peristiwa banjir
tersebut:
 
Nabi Nuh Menyeru Kaumnya pada Agama Kebenaran
 
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnyalalu ia berkata: “Wahai
kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya”.
Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa
azab hari yang besar (kiamat)”. (Al-A’raf: 59)
 
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka
bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta
upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan
semesta alam. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. QS.
Asy-Syuara’: 107-110)
 
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata “Hai
kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu
selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?”.QS. Al-Mukminun: 23)
 
Peringatan Nabi Nuh kepada kaumnya untuk Menghindari Hukuman dari Allah
 
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan):
“Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”(QS. Nuh: 1)
Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang
menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal. (QS. Hud:39)
Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan
ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. (QS. Hud: 26)
 
Penolakan kaum Nabi Nuh
 
Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada
dalam kesesatan yang nyata”.(QS. Al-A’raf: 60)
 
Mereka berkata: “Hai Nuh sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan
kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada
kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang
benar. (QS. Hud: 32)
 
Dan mulailah Nuh membuat bahtera . Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan
melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkata Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka
sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).
(QS. Hud: 38)
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini
tidak lain hanyalah manusia seperti kamu , yang bermaksud hendak menjadi
seorang yang lebih tinggi dari kamu . Dan kalau Allah menghendaki , tentu Dia
mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan
yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain
hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah)
terhadapnya sampai suatu waktu. (QS. Al-Mukminun: 24-25)
Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba
Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi
ancaman”.(QS. Al-Qamar: 9)
 
Penghinaan terhadap para pengikut Nabi Nuh
 
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat
kamu , melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak
melihat orang-orang yang mengikuti kamu , melainkan orang-orang yang hina dina
di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki
sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah
orang-orang yang dusta”. (QS. Hud: 27)
Mereka berkata: “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu
ialah orang-orang yang hina?” Nuh menjawab: “Bagaimana aku mengetahui apa yang
telah mereka kerjakan?”. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain
hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari .Dan aku sekali-kali tidka akan
mengusir orang-orang yang beriman. Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi
peringatan yang menjelaskan. (QS. Asy-Syuara’: 111-115)
 
Peringatan Allah agar Nabi Nuh tidak Bersedih
 
Dan diwahyukan kepada Nuh , bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara
kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu
bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Hud: 36)
 
Doa Nabi Nuh
 
Maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka , dan
selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku. (QS. Asy-Syuara’: 118).
 
Maka dia mengadu kepada Tuhannya : “bahwasanya aku ini adalah orang yang
dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku). (QS. Al-Qamar: 10)
 
Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang.
Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (QS. Nuh:
5-6).
Nuh berdoa : “Ya Tuhanku tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.”(QS.
Al-Mukminun: 26)
 
Sesungguhnya Nuh telah menyeru kami : Maka sesungguhnya sebaik-baik yang
memperkenankan (adalah Kami).(QS. Ash-Shaffat: 75)
 
Pembuatan Kapal (Bahtera)
 
Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami , dan
janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim itu ,
sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Hud: 37)
 
Penghancuran umat Nabi Nuh dengan cara Ditenggelamkan
 
Maka mereka mendustakan Nuh , kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang
bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan
ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).(QS.
Al-A’raf: 64).
 
Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (QS.
Asy-Syuara: 120)
 
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di
antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun.Maka mereka ditimpa banjir
besar , dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al- Ankabut: 14)
 
Dibinasakannya Putera Nabi Nuh
 
Al-Qur’an sehubungan dengan dengan dialog yang terjadi antara Nabi Nuh dan
puteranya, pada tahap-tahap awal dari terjadinya banjir mengungkapkan:
 
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh
memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai
anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama
orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke
gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”. Nuh berkata : “Tidak ada yang
melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”.
Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya ; maka jadilah anak itu
termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS. Hud: 42-43)
 
Diselamatkannya Orang-Orang yang Beriman dari Banjir
 
Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang
penuh muatan.(QS. Asy-Syuara: 119).
 
Maka kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan kami jadikan
peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. (QS. Al-Ankabut: 15)
 
Bentuk Fisik dari Banjir yang Terjadi
 
Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah ..
Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu
untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas
(bahtera) yang terbuat dari papan dan paku. (QS. Al-Qamar: 11-13)
 
Hingga apabila perintah Kami datang dan ‘dapur’(permukaan bumi yang memancarkan
air hingga meneyebabkan timbulnya taufan) telah memancarkan air, Kami
berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang
sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu
ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. Dan tidak
beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu
sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan
berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang”. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana
gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh
terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu
berada bersama orang-orang yang kafir.” .(QS. Hud: 40-42)
 
Lalu Kami wahyukan kepadanya : “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk
Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan ‘tannur’ telah memancarkan
air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan
(juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan
ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang
orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.(QS.
Al-Mukminun: 27)
 
Terdamparnya Perahu di Tempat yang Tinggi
 
Dan difirmankan: “Hai bumi tahanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,”
dan airpun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di
atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. (QS. Hud:
44)
 
Pelajaran  yang Diambil dari Peristiwa Banjir
 
Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa )nenek
moyang) kamu ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi
kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (QS. Al-Haqqah:
11-12)
 
Pujian Allah terhadap Nabi Nuh
 
“Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam”. Sesungguhnya demikianlah
kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Ash-Shaffat:
79-81)

Salam,
About these ads

5 Tanggapan

  1. sekarang saya lagi proses menyusun skripsi, saya mau minta izin untuk mengambil sebagian tulisan anda sebagai salah satu rujukan dalam skripsi saya. terima kasih

  2. salam

    jutaan terima kasih saya kepada saudara kerana memudahkan saya mendapat cerita tentang nabi nuh, saya ingin memberi pendapat agar saudara teruskan lagi menulis lagi tentang cerita nabi-nabi lain mengikut cara kupasan nabi nuh ini.

    saya dapati ini lah cara terbaik didalam kupasan cerita dari alquran, tanpa memasukan isi luar.

    tuliskan tajuk & sertakan surah & ayatnya. tanpa memasukkan ayat serta kupasan sendiri, biarkan pembaca itu sendiri yg memikirkannya, melihat dari segi perspektif yg berbeza.

    saya doakan agar tuhan membuka pembendaharaannya untuk saudara berjaya didalam menulis lagi cerita nabi-nabi bagi tujuan mengambil iktibar & teladan serta memahami akeologi bumi ini.

    terima kasih sekali lagi, salam

    • saya juga ingin mgucapkn trima ksih krna mmudahkn krja sy….sy sgt minat kisah nabiyg smbernye shih drpd al-quran…smoga allah mmbrkati usaha anda…..

  3. ijin copast gan,,,,

  4. jazakaAllah
    mohon dikongsikan moga jadi sumber kebaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 289 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: