Hak Tetangga

Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr bin Al-ash r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tujuh macam orang yang tidak akan dilihat oleh Allah s.w.t. pada hari kiamat dan tidak diringankan siksaanya dan diperintahkan masuk neraka bersama-sama orang yang masuk neraka ialah:

• Pelacur lelaki dengan lelaki (liwat)
• Orang yang bersetubuh dengan binatang
• Orang yang onani
• Orang yang setubuh dengan wanita melalui dubur
• Orang yang bersetubuh dengan wanita dan anak perempuannya
• Orang yang berzina dengan isteri tetangganya
• Orang yang menggangu tetangganya, terang-terangan kecuali jika taubat dengan memenuhi syarat-syarat taubatnya

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin mas’ud r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: “Demi Allah, tidak Islam seorang hamba sehingga selamat semua orang dari gangguan hati, lidah dan tangannya dan tidak beriman seorang hamba sehingga aman tetangganya dari gangguannya. Sahabat bertanya: “Apakah gangguan-gangguan itu, ya Rasulullah?” Jawab Rasulullah s.a.w.: “Tipuan dan aniaya.”

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Said bin Al-Musayyab berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kehormatan tetangga kepada tetangganya bagaikan kehormatan ibu. Juga dapat berarti: Haramnya menggangu tetangga sama haram menggangu kepada ibu kandung.”
Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr Al-ash r.a. berkata kepada pelayannya: “Sembelihlah kambing dan berilah makanan pada tetangga kami yang Yahudi.” Kemudian ia berbicara sebentar dan berkata: “Hai Ghulam, jika kau telah menyembelih kambing maka beri makanan untuk tetangga yang Yahudi itu.” Pelayan itu berkata: “Engkau ributkan kami dengan Yahudi itu.” Abdullah berkata: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. selalu berpesan kepada kami supaya baik kepada tetangga sehingga kami sangka kemungkinan akan diberi hak waris.

Abul -laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Syuraih Alka’bi berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: “Siapa yang iman percaya kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian hendaknya berkata baik atau diam dan siapa yang beriman (percaya) kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian harus menghormati tetangganya dan siapa yang iman percaya kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian harus terus menghormati tetamunya ja’izahnya yaitu hari pertama datangnya dan dhiyafahnya sampai tiga hari dan selebihnya dari itu sebagai sedekah.”

Abul Laits meriwaytakan dengan sanadnya dari Alhasan Al-Bashri berkata Rasulullah s.a.w. bertanya: “Apakah hak tetangganya?” Jawab Rasulullah s.a.w.: “Jika hutang kau hutangi, jika mengundang kau datang, jika sakit kau ziarahi, jika minta tolong kau tolong, jika tertimpa bala kau hibur, jika mendapat keuntungan kesenangan kau beri selamat, jika mati kau hantar jenazahnya, jika pergi kau jagakan rumah dan anak-anaknya dan jangan kau menggangunya dengan bau masakanmu kecuali jika memberikan hidayah dari masakan itu kepadanya.” Di lain riwayat ada tambahan yaitu: “Dan jangan meninggalkan bangunan atas bagunannya kecuali dengan kerelaan hatinya.”

Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jibril selalu berpesan kepadaku supaya baik dengan tetangga sehingga saya kira kemungkinan itu akan diberi hak waris.”
Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ya Abu hurairah, jadilah engkau seorang yang warak (menjauhi dari yang syubhat) niscaya kau akan menjadi manusia yang sangat ibadat dan jadilah orang yang qana’ah (suka menerima/ terima apa adanya) supaya kau menjadi manusia yang sangat bersyukur dan sukalah kepada sesama manusia apa yang kau suka untuk dirimu sendiri niscaya kau menjadi mukmin benar-benar dan perbaikilah hubungan dengan tetanggamu niscaya kau menjadi orang muslim yang benar-benar dan kurangilah tertawamu karena banyak tertawa itu mematikan hati.”

Firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi): “Wa’budullaha walatusyriku bihi syai’a, wabil walidaini ihsana, wa bidzil qurba walyatama walmasakina wabnassabili, waljaridzil qurba, waljaril junubi washabihi biljanbi wabnissabil.” (Yang bermaksud): “Hendaklah kau menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun dan kepada kedua ibu bapakmu harus kamu bakti taat dan membantu, juga kepada kerabat dan anak yatim dan orang miskin dan tetangga yang sekerabat dan tetangga orang lain (bukan kerabat) dan teman dalam perjalanan dan orang rantau.” (Surah An nisa ayat 36)

Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Tetangga itu ada tiga macam yaitu: yang mempunyai tiga hak dan yang mempunyai dua hak dan yang mempunyai satu hak:

• Adapun yang mempunyai tiga hak maka tetangga yang sekerabat dan Muslim
• Adapun yang mempunyai dua hak maka tetangga itu yang bukan kerabat tetapi Muslim
• Adapun yang mempunyai satu hak maka tetangga orang kafir dzimmi (orang kafir yang tidak menggangu kaum Muslimin)

Tiga hak itu ialah hak kerabat, hak ketetanggaan dan hak Islam dan dua hak yaitu hak ketetanggan dan hak Islam. Satu hak yaitu hak ketetanggaan saja.”

Abu Dzar Alghifari r.a. berkata: “Saya dipesan oleh kekasihku Rasulullah s.a.w. tiga macam yaitu:

• Dengarlah dan taatlah kepada pemimpin kaum Kuslimin meskipun yang diangkat itu orang yang dipotong hidungnya dan hamba sahaya
• Jika kamu masak kuah maka banyakkan airnya dan perhatikan tetangga-tetanggamu, maka berikan kepada mereka
• Sembahyanglah lima waktu itu tepat pada waktunya

Juga ada keterangan: “Siapa yang mati sedang tiga hari dari tetangganya rela padanya maka diampun baginya.”

Seorang datang kepada Rasulullah s.a.w. mengeluh karena gangguan tetangganya, maka Rasulullah s.a.w. bersabda kepadanya: “Jagalah dirimu, jangan menggangu padanya dan sabarlah atas gangguannya dan cukup bagimu maut untuk memisah kamu berdua.”

Alhasan Albashri berkata: “Bukan bernama baik dalam ketetanggaan itu tidak mengganggu tetangga, tetapi baik dalam ketetanggaan itu ialah sabar atas gangguan tetangga.”

Amr bin Al-Ash berkata: “Bukannya menyambung kerabat itu membalas hubungan tetapi orang yang menyambung kerabat itu ialah orang yang menyambung hubungan kerabat yang akan memutuskan hubungan keduanya dan lunak pada orang yang kasar kepadanya, dan bukannya orang yang sabar itu yang membalas kesabaran kaumnya tetapi jika kaumnya berlaku masa bodoh maka ia sabar.”

Abul-Laits berkata:“Seharusnya seorang muslim sabar terhadap gangguan tetangganya dan tidak menggangu tetangganya dan auratnya, adapun aman dari lidahnya, maka tidak mengganggu atau membicarakannya yang tidak baik, adapun aman dari tetangganya, maka sekiranya kelupaan tidak mengunci rumahnya, maka tetangganya itu tidak curiga daripadanya, adapun auratnya maka sekiranya ia pergi lalu mendapat berita bahwa tetangganya masuk kerumahnya ia merasa aman.”

Ibn Abbas r.a. berkata: “Tiga macam akhlak yang berlaku dimasa jahilliyah dan dianjurkan supaya tetap ada pada kaum muslimin yaitu:

• Jika kedatangan tetamu bersungguh-sungguh menghormati dan menjamunya
• Jika mempunyai isteri yang telah tua, tidak menceraikannya supaya jangan sampai sia-sia
• Jika tetangganya mendapat kesukaran, maka ia berusaha untuk meringankannya meskipun dengan membayarkan hutangnya.

Anas bin Malik r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pada hari kiamat kelak seorang tetangga memegang tetangganya dan berkata: “Ya Tuhan, Engkau luaskan rezeki saudaraku ini dan menyempitkan rezekiku sehingga saya lapar pada waktu siang hari dan ia kenyang, maka tanyakan kepadanya mengapa ia menutup pintunya dan mengharamkan aku dari apa yang telah diluaskan baginya.”

Sufyan Atstsauri berkata: “Sepuluh macam daripada kekejaman yaitu:

• Seorang yang berdoa untuk dirinya sendiri dan tidak mendoakan anak-anaknya dan kaum mukminin
• Seorang yang pandai membaca al-quran tetapi tiap harinya tidak membaca seratus ayat
• Seorang yang masuk masjid lalu keluar dan tidak sembahyang dua rakaat
• Seorang yang berjalan melalui kuburan kemudian tidak memberi salam dan mendoakan ahli kubur
• Seorang yang sampai di suatu kota pada hari Jumat kemudian tidak sembahyang jemaah
•Seorang yang di daerahnya didatangi oleh seorang alim, tiba-tiba tidak mau belajar apa-apa kepadanya
• Dua orang bertemu di perjalanan dan masing-masing tidak menanyakan nama kawannya itu
• Seorang diundang pada jamuan tiba-tiba tidak datang
• Pemuda yang tidak ada kerjanya dan tidak mau belajar ilmu dan kesopanan
• Seorang yang kenyang sedang ia tahu bahawa tetangganya lapar tetapi tidak diberi dari makanannya itu.

Abul-Laits berkata: “Kesempurnaan baik kepada tetangga itu ada empat macam yaitu:

• Membantu dengan apa yang ada padanya
• Tidak menginginkan kepunyaan tetangganya
• Tidak mengganggu kepadanya
• Sabar atas gangguan tetangganya

Source : tanbihul_ghafilin
Shared By Catatan Catatan Islami Pages

Satu Tanggapan

  1. wah wah wah ckckckc
    bersosial memang penting tapi menghakimi kurasa tidak, sebab aku cuma manusia rakyat kecil yang biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: