Menunggu Kesempatan

Alkisah ada seorang anak muda yang sedang bermalas-malasan di bawah pohon sambil berbaring dan tidak melakukan pekerjaan apapun. Lalu lewatlah seorang kakek tua menghampiri anak muda tersebut dan berkata: “Nak, apa yang sedang kau lakukan di sini?”

“Saya sedang menunggu kesempatan, kek.” jawab anak muda itu.
“Apakah kesempatan bisa datang begitu saja jika bermalas-malasan?” tanya kakek tua itu.

Dengan kesal anak muda itu menjawab: “Saya diberitahu bahwa, kita akan sukses jika ada kesempatan baik yang menghampiri kita. Oleh karena itu, saya sekarang sedang menunggu kesempatan itu.”

“Daripada kau menunggu terus, bagaimana jika kau ikut bekerja denganku?” Tanya si kakek.
“Tidak, saya akan terus menunggu kesempatan saja.” Lalu anak muda itu mengusir kakek itu.

Lalu lewatlah seorang kakek yang lain yang pernah memberitahunya perihal kesempatan. Dan si kakek bertanya:

“Sudahkah kamu menemukan kesempatan? Saya melihat ada orang tua ke sini menghampirimu tadi.”

“Ya, dan kakek itu menawari saya pekerjaan”  jawab anak muda itu.

“Lalu kenapa tidak kamu terima?” tanya si kakek

“Karena saya sedang menunggu kesempatan besar seperti yang kakek bilang.” jawab si pemuda.

“Wah..wah.. kamu baru saja telah melewatkan kesempatan itu. Orang tadi adalah saudagar kaya dari negeri seberang yang sedang mencari orang untuk dipekerjakan di tokonya yang besar. Apakah kamu bisa melihat kesempatan?” kata si kakek.

Dengan menyesal si pemuda berkata: “Kalau begini terus, bagaimana kita bisa tahu bahwa suatu hal adalah kesempatan? Saya tidak dapat melihat kesempatan.”

Si kakek dengan bijak berkata: “Saya akan memberitahukanmu tentang rahasia kesempatan. Kesempatan tidak datang kepada orang yang pasif. Karena orang pasif pasti tidak bisa melihat adanya kesempatan. Dan kesempatan itu tidak datang saat kita serius mencarinya. Malah ketika kita sedang tidak serius, kesempatan menghampiri kita.”

Si pemuda dengan sedih bertanya: “Lalu bagaimana denganku? Apakah dengan melewatkan kesempatan tadi berarti aku tidak bisa menjadi sukses?”

Si kakek pun menjawab: “Tidak!! Tuhan tidak kejam kepada manusia. Seringkali kita melewatkan kesempatan. Namun kesempatan besar tidak hanya datang sekali saja dalam hidup seseorang. Kesempatan datang berkali-kali, hanya saja orang tersebut tidak sadar akan kehadirannya.”

“Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu adalah kesempatan?”  tanya si pemuda.

“Jadilah aktif!! Jangan bermalas-malasan, seringlah menimba pengalaman. Hanya dengan pengalamanlah seseorang mampu melihat adanya kesempatan. Ingat, kesempatan memang datang berkali-kali. Namun kesempatan besar sangat jarang bahkan tidak datang dua kali. Jangan pasif ketika kesempatan itu datang!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: